Into the New World

November 2016

Setelah lama menghilang dari dunia kepenulisan di blog ini, akhirnya saya muncul lagi dengan saya yang 'baru'. Mengapa saya yang 'baru'? Karena kini saya menjadi seorang mahasiswa, bukan lagi siswa berseragam putih abu-abu. Tapi tenang, saya tidak meninggalkan diri saya yang lama, yang suka menulis puisi galau dan cerita lainnya seperti dulu.

Kini saya berkuliah di Universitas Sumatera Utara untuk jurusan Psikologi. Benar-benar tidak menyangka bakal menjadi mahasiswa Psikologi seperti sekarang ini. Setidaknya masih menjurus dengan jurusan saat saya masih SMA dulu. Sosial.

Nah, setelah saya menjadi seorang mahasiswa--siswa yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan siswa biasa, banyak hal yang 180 derajat berubah dari diri saya. Mulai itu dari cara berpikirnya, cara bergaul dengan orang baru, cara berpakaian, dan cara bertingkah laku.

Dimulai dari masa PKKMB atau bisa dijabarkan sebagai Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, saya dan 234 mahasiswa baru Psikologi 2016 diarahkan oleh para senior dan beberapa dosen mengenai bagaimana hidup sebagai mahasiswa yang sesungguhnya, terutama mahasiswa Psikologi. Membangun karakter yang lebih baik daripada menjadi siswa biasa yang dulu sepertinya masih labil dan agak kekanakan.

Setelah selesai masa PKKMB dan  resmi menjadi seorang mahasiswa di Psikologi, mulailah berkenalan dengan beberapa mata kuliah yang asing di telinga sampai yang pernah dipelajari saat SMA dulu. Maklum, masih semester pertama, jadi mata kulaihnya masih banyak yang dasar untuk dipelajari. Dan sejauh (?) saya menjadi mahasiswa mulai dari bulan September hingga entri ini ditulis, kehidupan mahasiswa yang penuh tanggungjawab dan berani mengambil keputusan ini, cukup menyenangkan dan tidak terlalu dijadikan beban.

Menjadi mahasiswa inilah kita bisa memiliki pemikiran yang lebih maju ketimbang orang pada umumnya. Karena mahasiswa, biasanya dikenal oleh masyarakat dengan pemikirannya yang luas, memiliki sikap yang berani dan tegas, serta diharapkan banyak orang untuk bisa membuat dunia menjadi lebih baik. Minimal itu peniliaian dari banyak orang. Termasuk orangtua saya sendiri.

Walaupun begitu, kita masih seorang manusia kok. Kadang mengontrol emosi masih harus dipelajari lagi dan masih perlu banyak belajar. Terutama belajar dari pengalaman yang kita lalui, supaya tidak jatuh ke lubang yang sama.

Mungkin ini saja yang bisa saya tulis untuk kali ini. Kelihatannya lebih serius dari yang dulu, mencoba lebih kalem dan dewasa saja. Tapi masih bisa menjadi Syifa yang lebih s
antai seperti dulu.

See ya in the next post, fellas ~

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar

Back
to top