The Charmless Man

Ada yang tau musik Britpop aka. British Pop? Tau Blur juga?


Mungkin bagi anak muda zaman sekarang masih terdengar asing di telinga mereka mengenai Britpop, terutama yang tahun lahirnya sekitar 1996 ke atas. Terutama Blur itu sendiri. Namun bagi anak muda yang suka meng-explore musik lebih dalam, Britpop bukan hal yang awam lagi bagi mereka. Salah satunya saya, mungkin.

Bila ada teman saya, Adel, yang bercerita mengenai kesukaannya pada Coldplay, atau teman saya yang lain, Una, ada membuat karangan mengenai grup favoritnya yaitu BTS, saya ingin menulis sesuatu mengenai band favorit saya, BLUR!!!

Sebelum saya membahas kapan, bagaimana dan mengapa saya suka dengan Blur, saya bakal bahas sekilas mengenai Blur. Band British yang bikin saya semakin senang dengan musik Britpop.

Band Inggris era 90-an yang terbentuk pada tahun 1988 ini pertama kali muncul dengan album pertama mereka, Leisure, dengan lagu mereka yang judulnya There's No Other Way di tahun 1991. Band yang terdiri dari Damon Albarn di vokalis, Graham Coxon di gitar (my most favorite lol), Alex James di bass, dan Dave Rowntree di drum, mengusung aliran pop khas gitar Inggris. Bisa kalian dengar lagunya yang There's No Other Way dan She's So High.


Setelah itu, Blur merilis tiga album dalam tiga tahun berturut-turut. Yang pertama adalah album Modern Life is Rubbish (1993) dengan title song For Tomorrow dan Sunday Sunday. Album kedua yaitu Parklife (1994) dengan title song Parklife dan Girls and Boys. Dan ketiga album The Great Escape (1995) dengan title song The Universal dan Country House. Semua lagu di atas itu merupakan lagu-lagu hits mereka, terutama Parklife, For Tomorrow dan The Universal. Lagu-lagu recommended banget dan bisa dibilang mempopulerkan musik Britpop pada masa itu.



Kemudian pada tahun 1997, dirilislah album Blur yang mulai banyak dipengaruhi musik rock indie band khas Amerika. Misalnya saja untuk lagu Song 2. Album ini sangat sukses pada masa itu di seluruh dunia, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Lalu pada tahun 1999, dirilislah album 13 yang mulai terpengaruh aliran musik elektronik dan gospel. Bisa kalian dengar pada lagu Tender dan No Distance Left to Run, atau juga Coffee and TV. Tak lama, dirislah album Think Tank dengan title song Think Tank. Album Think Tank sendiri menjadi album terakhir mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk vakum.


Setelah 12 tahun tidak muncul ke permukaan, yang sebelumnya mereka sibuk dengan project masing-masing, misalnya Damon di band lainnya, Gorillaz, dan Graham dengan solo karirnya, akhirnya mereka reuni kembali di tahun 2008. Mereka melakukan beberapa konser dan merilis beberapa single baru. Mereka juga tampil di Brit Award pada tahun 2012 untuk mendapatkan penghargaan istimewa dari Brit Award dan membuat film dokumenter perjalanan karir Blur yang berjudul No Distance Left to Run.

Dan di tahun 2015, mereka kembali merilis album baru (finally!) dengan judul The Magic Whip. Musik mereka masih musik Blur yang dulu kok.

Begitulah sejarah singkat dari Blur. Kali ini saya yang akan mulai bercerita dimulai dari awal rasa suka saya pada band legendaris ini.


Sebenarnya saya sudah tau mengenai Blur, hanya sekedar tau, dari lagu Coffee and TV saat saya masih SMP dan mendengar lagunya sebagai BGM di beberapa acara televisi. Selain musiknya yang cukup berbeda, music videonya pun unik dan memorable sekali. Bisa dibilang music video iconic dari Blur. Saya masih tidak tau kalau pria yang ada dalam pencarian orang hilang di kotak susu itu adalah Graham Coxon hehe. Coffee and TV saat itu jadi salah satu lagu dalam playlist favorit saya.

This is Graham's buddy--Blur's buddy

Kemudian, pada tahun 2012 (saat masih kelas 3 SMP), ketika saya mencari musik-musik Oasis di Youtube, muncul video dari channel watchmojo.com mengenai 10 lagu band 90-an terkenal. Salah satunya terdapat lagu Blur dengan judul Song 2. Musiknya cukup catchy dan kebetulan saya cukup menyukai jenis musik semacam itu. Sejak saat itulah saya mulai menyukai Blur hingga sekarang.

Ada beberapa lagu yang saya senangi, diantaranya seperti Parklife, For Tomorrow, Charmless Man, There's No Other Way, Country House dan No Distance Left to Run. Dan yang membuat saya semakin mengagumi Blur adalah permainan gitar dari Graham Coxon. Entah mengapa dari cara dia membuat jari-jarinya menari di senar gitar serta cara dia menyanyi dan berbicara (his accent made my day kkk), saya senang saja melihatnya. Terutama lagu solonya Bittersweet Bundle of Misery dan You and I, aahhh heart it so much!

Selain permainan gitar Coxon yang wah, performance dari Damon juga tidak kalah seru. Pembawaannya yang ga bisa diam, aktif, dan atraktif, membuat mata ga bosan liat penampilan Blur di panggung. Bisa dibilang ini jadi nilai plus untuk Blur, terutama saat manggung.

asdfghjkl oh Coxon
Namun bagi kalian yang sedang mencari tau mengenai Blur, dan dikatakan kalau mereka merupakan saingan dari Oasis, yup persaingan antara Blur dan Oasis cukup sengit saat itu. Bahkan bisa terjadi pertentangan yang cukup... ya begitulah di antara mereka. Mereka sampai disebut sebagai The Battle of Britpop.

Semua berawal pada tahun 1995, ketika Blur dan Oasis merilis single yang sama. Blur merilis Country House, serta Oasis merlisi Roll With It. Kemudian pada akhir minggu perilisan, Country House (274.000 copy) bisa mengalahkan penjualan single Roll With It (216.000). Dan single Country House menjadi lagu nomor sau di tangga musik UK.


Walaupun terjadi perselisihan di antara Blur dan Oasis, jujur saya juga menyukai lagu-lagu Oasis. Saya masih bisa menikmati musik-musik Oasis. Suara khas Liam masih bisa saya nikmati, terutama untuk lagu Wonderwall dan Stand By Me. Yaa walaupun begitu, saya masih tetap 'anak Blur'.

Dan untuk lagu Go Out di album The Magic Whip, cukup membuat saya menganga. Bukan karena apa-apa, tetapi pemilihan jenis musik yang cukup berbeda dari album-album mereka sebelumnya. Apalagi jika kalian melihat music videonya. Awal memulai video di Youtube, saya mengira kalau saya salah mengetik keyword yang harusnya 'Blur - Go Out' malah menjadi 'How to make good ice cream'. Tapi saya ternyata tidak salah mengetik dan itu benar-benar music video mereka. Saya cukup ngakak saat itu.


Tapi pada akhirnya saya senang, setidaknya Blur masih mengeluarkan karya mereka di usia mereka yang sudah tidak muda lagi (cry to know their ages be like).

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar

Back
to top